Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2015

14 Fakta Fakta dan Misteri Yang Terdapat Pada Lukisan Fenomenal Monalisa

Simaklah :D



Gambar


Kali ini blog ini akan menjelaskan tentang suatu lukisan yang sangat terkenal , yaitu "Monalisa" yaitu lukisan yang dibuat oleh pelukis paling berpengaruh didunia yaitu Leonardo Da Vinci. Lukisan ini tidak hanya menuai kontroversi karena keindahan dan harganya yang konon seharga 670-750 Juta US Dollar tapi juga karena misteri dan fakta fakta legendarisnya yang sampai sekarang masih belum terkuak kebenarannya


Mona Lisa dengan senyum rahasianya merupakan lukisan yang paling diperdebatkan di dunia. Bahkan Orang awam yang tidak memiliki rasa seni pun tentu tahu tentang lukisan Mona Lisa. Beberapa Orang terpesona oleh senyum rahasia dari lukisan Mona Lisa.


Namun sejarawan dan ahli seni membaca lukisan terkenal lebih dari sekedar nilai estetika belaka. Kerumunan Orang dari berbagai latarbelakang berkumpul di museum Louvre di Paris untuk melihat lukisan ini sepanjang waktu.

Mona Lisa juga terkenal karena dikabarkan merupakan karya favorit dari pelukis legendaris, Leonardo Da Vinci. Bahkan, ia membawanya ke mana pun ia pergi. Kedekatan lukisan dengan penciptanya tersebut telah melahirkan banyak teori konspirasi. Teori-teori konspirasi tersebut mulai dari identitas wanita dalam lukisan tersebut hingga adanya petunjuk rahasia di balik lukisan Mona Lisa.

Rahasia Mona Lisa sendiri telah diperdebatkan selama berabad-abad, bahkan hingga saat ini. Bahkan, lukisan ini telah bertahan selama 500 tahun semenjak Leonardo Da Vinci meninggal.

Tetapi teori konspirasi mengenai Mona Lisa dan petunjuk rahasia di dalamnya tertangkap setelah novel Dan Brown “Da Vinci Code” diterbitkan.

Novel fiksi terlaris dalam sejarah tersebut mengangkat banyak pertanyaan kontroversial tentang identitas Mona Lisa dan rahasia dibalik senyumnya. Berikut 14 Fakta dan Misteri menarik pada Lukisan Mona Lisa yang dikutip dari berbagai sumber

1. Segitiga Emas
-Beberapa teori percaya bahwa Mona Lisa memiliki simetris sempurna. Lukisan ini membentuk simbol piala kuno yang merupakan petunjuk langsung ke cawan suci yang penuh unsur mistis. Dan Brown telah menguraikan tentang teori ini dalam buku bestseller-nya, ‘Da Vinci Code’.

2. Amon Dan Elisa: Pria dan Wanita
-Beberapa sejarawan menyatakan bahwa Mona Lisa adalah kombinasi dari pria dan wanita. Kata-kata Latin Amon dan Elisa bergabung untuk membentuk Mona Lisa. Hal tersebut membuat Mona Lisa cenderung sebagai seorang yang memiliki kelamin ganda atau hermaphrodite.

3. Mona Lisa Adalah Leonardo Da Vinci
Beberapa teori juga percaya bahwa Mona Lisa mungkin adalah versi muda dari Leonardo Da Vinci sendiri. Lukisan ini memiliki kesamaan yang menakjubkan dengan potret dirinya.

4. Mengapa Mona Lisa Tidak Memiliki Alis?
Mona Lisa tampak Aneh karena dia sama sekali tidak memiliki rambut di wajahnya. Bahkan rambut alis pun sama sekali tidak ada. Beberapa sejarawan mengatakan bahwa itu adalah adat bagi wanita mulia untuk mencukur alis mereka di abad ke-16.

5. Mona Lisa Adalah Ibu Dari Leonardo Da Vinci
-Beberapa saksi sejarah juga menunjukkan bahwa Leonardo mungkin telah melukis Mona Lisa sebagai gambaran dari ibunya, Caterina Da Vinci.

6. Mona Lisa Adalah Laki-laki
-Beberapa teori telah menemukan figur seorang Mona Lisa sebagai seorang laki-laki. Fakta bahwa Mona Lisa tidak memiliki tanda-tanda payudara telah menyebabkan banyak Orang percaya bahwa Mona Lisa sebenarnya adalah seorang pria banci.

7. Siapa Sebenarnya Mona Lisa
-Secara historis, Mona Lisa adalah istri seorang pria Florentine. Namanya adalah Lisa del Giocondo. Tapi wanita dalam lukisan tersebut diselimuti misteri karena tidak ada bukti lain penampilan yang sebenarnya bagaimana dirinya semasa hidup.

8. Mona Lisa Sedang Hamil Ketika Dilukis
Perut Mona Lisa memang memiliki sedikit benjolan dan dia duduk dengan melipat tangannya untuk menyembunyikannya. Dan Lisa del Giocondo yang asli memang sedang hamil anak kedua ketika dia dilukis.

9. Senyum Misterius Mona Lisa
-Konspirasi terakhir yang paling populer hingga saat ini adalah misteri dari senyum Mona Lisa. Dia nampak tersenyum di dalam lukisan tersebut namun matanya justru menunjukkan kesedihan. Senyum tersebut pula lah yang menjadi dasar teori konspirasi yang menyimpulkan bahwa ada petunjuk rahasia di balik lukisan Mona Lisa. 




10. Senyum Mona Lisa ternyata hanya sebuah ilusi optis
Seorang pakar neuroscientist dari universitas Harvard, Margaret Livingstone, dalam Journal Science no. 17. yang mendapat dukungan dari ahli sejarah kesenian zaman Renaissans dari universitas Columbia, James Beck, mengungkapkan sebuah kajian ilmiah yang menyatakan
“bahwa senyuman memesona yang terkesan muncul selintas dengan lamat-lamat pada wajah Monalisa tersebut terjadi akibat efek dari suatu ilusi optik, senyuman itu dapat tertangkap mata justru pada saat seseorang tidak tengah langsung memandang ke arah bibir Monalisa.”
Livingstone dalam penelitiannya menggunakan metoda kerja dengan menscanning reproduksi lukisan Monalisa lalu menghilangkan seluruh image bayang dan efek yang ada dalam area pandang peripheral, sehingga lukisan tersebut hanya menyisakan image kontras dan beda warna seperti yang lazim terlihat dalam area fovea atau area daerah pusat pada area bidang pandang. proses tersebut mengakibatkan pandangan mata manusia tidak dapat lagi menangkap adanya senyuman pada lukisan Monalisa. ketika efek bayangan dimasukkan kembali pada lukisan, maka dengan segera senyum itu muncul kembali.
11. Senyum itu hanya dapat terjadi bila Monalisa tidak memiliki Gigi
Sebuah riset yang dilakukan dari tahun 1997 hingga 2001 yang dipimpin oleh Dr. Montague Merlic, ahli forensik asal Inggris, mengungkapkan bahwa Monalisa tidak dapat menutup mulutnya dengan pas karena dia mungkin telah kehilangan gigi-giginya. menurutnya, kendati tampak seperti tersenyum, namun secara forensik, tidak seperti itu. Monalisa cuma tidak bisa menutup mulutnya dengan benar.
mereka melakukan riset dengan menggunakan peralatan teknologi mutakhir, yaitu komputer, pencitraan holografis dan tiga dimensi, sehingga dapat diciptakan suatu simulasi susunan kerangka kepala monalisa yang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang melalui layar komputer.
dari gambar 3 dimensi tersebut terlihat bahwa profil kiri dan kanan kepala monalisa terdapat indikasi kuat adanya sesuatu yang tidak beres pada mulut Monalisa. akhirnya disimpulkan sebuah keyakinan bahwa ekspresi yang terlukis pada Monalisa hanya dapat terjadi bila tidak ada gigi dalam rongga mulut Monalisa, dengan kata lain, Monalisa sebenarnya ompong.
12.  Da Vinci  melukis orang yang nyata
Tahun 2004, pakar sejarah, Giuseppe Pallanti, mempelajari berbagai arsip penduduk kota tempat Da Vinci menciptakan lukisan itu, yaitu kota Firenze. Pallanti menelaah arsip yang sudah tersimpan berabad-abad, mulai dari catatan pernikajan sampai akta-akta kepemilikan tanah milik warga kota. Pallanti menghabiskan lebih dari 25 tahun untuk mengungkap misteri lukisan Monalisa ini. ternyata wanita yang digambar Da Vinci bukanlah tokoh fiktif, tetapi adalah orang yang sebenarnya!
bernama alsi Monalisa del Giocondo, hidup di kota Firenze pada tahun 1490-an. Monalisa lahir di Florence, Italia, Mei 1479, dengan nama Lisa Gherardine. monalisa menikah dengan seorang pedagang kain sutra kaya raya, Francesco del Giocondo, pada tahun 1495 yang merupakan rekan dari ayah Da Vinci. hasil penyelidikan Pallanti menunjukkan bahwa Da Vinci tinggal di kota kecil itu tahun 1501 hingga 1503.
13. senyum itu 83% kebahagiaan, 9% kekejian, 6% rasa takut, 2% rasa marah
Para ilmuwan dari universitas Amsterdam dan Universitas Illinois pada tahun 2005 tidak mau ketinggalan untuk menganalisis senyum monalisa menggunakan bantuan software komputer untuk mengungkap rahasia emosi yang terkandung dalam lukisan monalisa. analisis diperoleh dari goresan lipstik dan kerutan spitar mata yang menurut para ahli dapat menggambarkan emosi dari seseorang. dalam “New Scientist” mereka menyimpulan bahwa senyuman monalisa menyampaikan pesan bahwa senyum tersebut mengandung 83% bahagia, 9% kekejian, 6% rasa takut, dan 2% rasa marah.
14. Terdapat hewan hewan pada lukisan tersebut
Ketika dimiringkan kesebelah kiri, lukisan yang dibuat Da Vinci pada tahun 1519 itu memperlihatkan beberapa kepala hewan seperti singa, kera dan banteng mengambang di udara sekitar kepala Mona Lisa, bersama dengan hewan yang mirip ular atau buaya yang keluar dari sisi kiri tubuhnya.Dengan penemuannya ini, Piccirillo merasa bahwa lukisan Mona Lisa sebenarnya adalah representasi dari rasa iri atau kecemburuan.Teori ini cenderung menuai kontroversi di kalangan para kritikus seni, dimana banyak di antaranya memiliki teori tersendiri tentang lukisan dan senyum misterius Mona Lisa.Selain itu, Piccirillo mengklaim telah menemukan gambar tersembunyi yang serupa dalam karya pelukis Renaisans lain seperti Titian dan Rafael.“Waktu melihat kerbau saya berpikir ‘Ya Tuhan’ aku sadar bahwa aku benar-benar menemukan sesuatu. Aku tidak bisa percaya apa yang telah aku temukan, membuat saya menyadari inilah yang selama ini kucari.” tutur Piccirillo yang dikutip Mail Online.

Foto : Lukisan Monalisa terbalik (Orange)

Sumber : http://fanoubaybi.blogspot.com

Fakta Menarik Menara Eiffel: Ulang Tahun Ke-128 Dirayakan Google Dodle


Simaklah :D

31-3-1889: Kisah Tragis di Balik Menara Eiffel

30-3-1889: Kisah Tragis di Balik Menara Eiffel

31 Maret 1889 atau 126 tahun lalu, sebuah menara kokoh yang menjadi landmark kota Paris dibuka untuk yang kali pertama. Menara Eiffel rampung dibangun dan siap dinikmati oleh masyarakat setempat.

Menara Eiffel awalnya dibangun sebagai salah satu peserta pameran mahakarya dunia l’Exposition Universelle di Paris yang digelar bertepatan dengan 100 tahun Revolusi Prancis.

Bangunan ini dibangun selama dua tahun dari 1887 hingga 1889, oleh seorang arsitek bernama Gustave Alexandre Eiffel. Meski bangunan ini sejatinya bukan lah hasil rancangannya, melainkan dua anak buahnya, Maurice Koechlin dan Emile Nouguier. Arsitek Charles Leon Stephen Sauvestre juga turut andil dalam pembangunan Eiffel. 

Menara ini terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama pada ketinggian 57 meter, lantai kedua 115 meter, dan lantai ketiga 276 meter. Tinggi menara ini 312,27 meter, ditambah tinggi antena menjadi 324 meter.

Hingga tahun 1930, Eiffel yang dibangun dari besi seberat 15 ribu ton ditetapkan sebagai menara tertinggi di dunia.
Meski terlihat kokoh, menara ini sebenarnya masih bisa sedikit digoyahkan ketika hari sedang berangin. Bahkan pada tahun 1999, angin ribut telah menyebabkan menara bergerak 13 cm dari kedudukan asalnya. Malah pernah terjadi, akibat Matahari, Eiffel sedikit condong hingga 18 cm. 

Selain itu, ada banyak kisah di balik eksistensi menara ini. Mulai dari penolakan warga setempat lantaran dianggap berbahaya ketika suatu saat roboh. Setelah dibangun, menara ini seharusnya dibongkar 20 tahun kemudian.

Akan tetapi, pada akhirnya, penduduk justru berbalik sikap menjadi setuju lantaran mahakarya ini membawa keuntungan bagi imej Kota Paris.

Franz Reichelt

Selain itu, ada juga kisah tragis terkait keberadaan Eiffel, yang menimpa seorang penemu parasut Franz Reichelt. Ketika itu, ia hendak menguji coba jaket parasut ciptaannya dengan terjun dari lantai tiga Eiffel yang tingginya 276 meter.

Namun nasib nahas menimpa. jaket parasutnya tak berfungsi. Reichelt pun terjatuh di tanah yang saat itu diliputi es salju. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong.

Sahabat Reichelt sebenarnya telah mencegahnya melakukan uji coba itu. Otoritas setempat juga sempat tidak memberikan izin Menara Eiffel dijadikan lokasi uji coba. Tapi pria itu bersikeras untuk mencobanya, alih-alih menyuruh orang lain yang melakukannya.

Nasi telah menjadi bubur. Meski nyawa melayang, tak ada yang sia-sia dari uji coba jaket parasut ini. Rancangan Reichelt ini kemudian dikembangkan menjadi baju parasut yang akhirnya digunakan oleh para pilot dan awak pesawat zaman sekarang.
Kisah menarik lain terkait Eiffel adalah ketika zaman Perang Dunia II. Ketika Prancis Nazi, Adolf Hitler ingin naik Eiffel untuk melihat pemandangan. Tapi kabel lift menara putus karena dipotong tentara Prancis. Kabarnya, Hilter nekat memanjat Eiffel hingga puncak.

Rabu, 11 Maret 2015

Asal Mula Terjadinya Candi Prambanan





Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada  Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
 Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.

Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.

Sumber : https://indotim.wordpress.com/cerita-rakyat-nusantara-2/asal-mula-terjadinya-candi-prambanan/

Selasa, 10 Maret 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN KESENIAN WAYANG YANG DIDASARKAN PANCASILA



Sejarah Perkembangan Kesenian Wayang
Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada zaman Hindu-Jawa. Pertunjukan kesenian wayang merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa, yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dinamisme.

Tentang asal-usul kesenian wayang hingga dewasa ini masih merupakan suatu masalah yang belum terpecahkan secara tuntas. Namun demikian, banyak ahli mulai mencoba menelusuri sejarah perkembangan wayang dan masalah ini ternyata sangat menarik sebagai sumber atau obyek penelitian. Menurut Kitab Centini , tentang asal-usul wayang purwa disebutkan bahwa kesenian wayang mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang/Kediri. Sekitar abad ke-10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Cerita Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Bhatara Guru atau Sang Hyang Jagadnata, yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.
Berdasarkan sejarahnya, kesenian wayang jelas lahir di bumi Indonesia. Karena sifat local genius yang dimiliki bangsa Indonesia, maka secara sempurna terjadi pembauran kebudayaan asing, sehingga tidak terasa sifat asingnya. Berbicara kesenian wayang dalam hubungannya dengan pendidikan kepribadian bangsa tidak dapat lepas dari pada tinjauan kesenian wayang itu sendiri dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia, merupakan ciri khusus yang dapat membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain. Pancasila adalah norma yang mengatur tingkah laku dan perikehidupan bangsa. Menurut TAP MPR - Rl No. II/ MPR/1993 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara; disitu ditandaskan bahwa untuk mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Perlu menetapkan Ketetapan yang mengatur Garis-Garis Besar Haluan Negara yang didasarkan atas aspirasi dan kepribadian bangsa demi penghayatan dan pengamalan kehidupan kenegaraan yang demokratis-konstitusional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pengertian kepribadian bangsa adalah suatu ciri khusus yang konsisten dari bangsa Indonesia yang dapat memberikan identitas khusus, sehingga secara jelas dapat dibedakan dengan bangsa lain. Rumusan Pancasila secara resmi ditetapkan dengan syah sebagai falsafah negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia sejak berlakunya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea 4 tercanang rumusan Pancasila yang berbunyi: 1) Ketuhanan Yang Maha Esa, 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab, 3) Persatuan Indonesia, 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu 5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jiwa Pancasila seperti yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut, bukanlah masalah yang baru dalam dunia pewayangan.
1. Asas Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam dunia pewayangan dikenal tokoh yang biasa disebut Hyang Suksma Kawekas. Tokoh ini tidak pernah diwujudkan dalam bentuk wayang, tetapi diakui sebagai Dewa Yang Tertinggi. Tokoh dewa-dewa yang diwujudkan dalam bentuk wayang, misalnya: Bhatara Guru, Narada, Wisnu, Brahma, Kamajaya, dalam pewayangan digambarkan seperti manusia biasa. Mereka juga dilukiskan memiliki watak serta tabiat yang banyak persamaannya dengan manusia lumrah. Dalam cerita-cerita mereka sering pula berbuat salah, bahkan tidak jarang terpaksa minta bantuan manusia dalam menghadapi hal-hal tertentu. Kekawin Arjunawiwaha, misalnya, merupakan contoh yang jelas. Pada saat raksasa Nirwatakawaca mengamuk di Suralaya karena maksudnya meminang Dewi Supraba ditolak para dewa. Para dewa tidak mampu menghadapinya. Untuk mengamankan Suralaya para dewa minta bantuan bagawan Mintaraga atau Bagawan Ciptaning, yaitu nama Arjuna saat menjadi pertapa. Sebagai imbalan jasa karena Bagawan Ciptaning berhasil membunuh raksasa Nirwatakawaca, diberi hadiah Dewi Supraba dan pusaka Pasopati. Di sini terlihat bahwa kebenaran yang bersifat mutlak hanya dimiliki Dewa Tertinggi yaitu Hyang Suksma Kawekas. Ajaran ini tidak jauh berbeda dengan ajaran yang terkandung di dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa .
2. Asas Kemanusiaan
Jiwa yang terkandung dalam sila Kemanusiaan, pada hakikatnya suatu ajaran untuk mengagung-agungkan norma-norma kebenaran. Bahwasanya kebenaran adalah di atas segala-galanya. Kendati kebenaran mutlak hanya berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa, namun untuk menjaga keseimbangan kehidupan antara manusia perlu dipupuk kesadaran tenggang rasa yang besar.

Kebenaran yang sejati memunyai sifat universal, artinya berlaku kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa pun. Tokoh dalam dunia pewayangan yang memiliki sifat dan watak mengabdi kebenaran banyak jumlahnya. Sebagai contoh dapat dipetik dari Serat Ramayana . Di dalam Serat Ramayana dikenal putra Alengka bernama Raden Wibisono yang memunyai watak mencerminkan ajaran kemanusiaan. Kisah inti dalam Serat Ramayana berkisar pada kemelut yang terjadi di antara Prabu Dasamuka yang merampas istri Rama. Tindakan Prabu Dasamuka ini dinilai berada di luar batas kemanusiaan. Raden Wibisono sadar akan hal tersebut, Prabu Dasamuka dianggap melanggar norma perikemanusiaan. Oleh karena itu, Raden Wibisono ikut aktif membantu Raden Rama untuk memerangi saudaranya sendiri. Demi kemanusiaan Raden Wibisono rela mengorbankan saudara sendiri yang dianggap berada di pihak yang salah.
3. Asas Persatuan
Dalam dunia pewayangan tokoh yang memilih jiwa kebangsaan tinggi terlukis pada diri tokoh Kumbakarna digambarkan dalam bentuk raksasa, namun memiliki jiwa kesatria. Sebagai adik Raja Dasamuka, Kumbakarna memiliki sifat yang berbeda. Kumbakarna menentang tindakan Prabu Dasamuka yang merampas Dewi Sinta isteri Rama.
Sikap menentang sama dengan sikap Raden Wibisono, tetapi jalan yang ditempuh berbeda. Raden Wibisono menentang dengan aktif memihak Raden Rama, sedangkan Kumbakarna tetap berpihak Alengka demi negaranya. Niatnya bukan perang membela kakaknya, tetapi bagaimana pun Alengka adalah negaranya yang wajib dibela walau pun harus mengorbankan jiwa raga. Oleh karena itu, nama Kumbakarna tercanang sebagai nasionalis sejati. Benar atau salah Alengka adalah negaranya.
4. Asas Kerakyatan/Kedaulatan Rakyat
Dalam dunia pewayangan dikenal tokoh punakawan yang bernama Semar. Semar adalah punakawan dari para kesatria yang luhur budinya dan baik pekertinya. Sebagai punakawan, Semar adalah abdi, tetapi berjiwa pamong, sehingga oleh para kesatria Semar dihormati.
Penampilan tokoh Semar dalam pewayangan sangat menonjol. Walau dalam kehidupan sehari-hari tidak lebih dari seorang abdi, tetapi pada saat-saat tertentu Semar sering berperan sebagai seorang penasehat dan penyelamat para kesatria di saat menghadapi bahaya, baik akibat ulah sesama manusia mau pun akibat ulah para dewa. Dalam pewayangan tokoh Semar sering dianggap sebagai dewa yang ngejawantah atau dewa yang berujud manusia. Menurut Serat Kanda dijelaskan bahwa Semar sebenarnya adalah anak Syang Hyang Tunggal yang semula bernama Bhatara Ismaya, saudara tua dari Bhatara Guru.
Semar sebagai dewa yang berujud manusia, mengemban tugas khusus menjaga ketenteraman dunia dalam penampilan sebagai rakyat biasa. Para kesatria utama yang berbudi luhur memunyai keyakinan bilamana menurut segala nasehat Semar akan mendapatkan kebahagiaan. Semar dianggap memiliki kedaulatan yang hadir di tengah-tengah para kesatria sebagai penegak kebenaran dan keadilan. Dengan kata lain, Semar adalah simbol rakyat yang merupakan sumber kedaulatan bagi para kesatria atau yang berkuasa.
5. Asas Keadilan Sosial
Unsur keadilan dalam dunia pewayangan dilambangkan dalam diri tokoh Pandawa. Pandawa yang terdiri dari Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa, secara bersama-sama memerintah negara Amarta. Kelimanya digambarkan bersama bahagia dan bersama-sama menderita. Tiap-tiap tokoh Pandawa memunyai ciri watak yang berlainan, namun dalam segala tingkah lakunya selalu bersatu dalam menghadapi segala tantangan. Puntadewa yang paling tua sangat terkenal sebagai raja yang adil dan jujur, bahkan diceriterakan berdarah putih. Puntadewa dianggap titisan Dewa Dharma yang memiliki watak menonjol selalu mementingkan kepentingan orang lain, rasa sosialnya sangat besar.


 

Copyright © 2010 Kalo Bukan Gua Siapa Lagi ?

Template N2y Suka-Suka by Nano Yulianto